<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ritual Sebelum Menulis</title>
	<atom:link href="http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/</link>
	<description>365 Days to Becoming Success Writers...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 10:50:42 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: novelis</title>
		<link>http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-401</link>
		<dc:creator>novelis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 17:21:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-401</guid>
		<description>campur kekuatan dan motivasi,.... hahha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>campur kekuatan dan motivasi,&#8230;. hahha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: febryonline</title>
		<link>http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-400</link>
		<dc:creator>febryonline</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 11:35:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-400</guid>
		<description>wuaah....
tehx tuh di campurin ape kang.....???!?!? :)

salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wuaah&#8230;.<br />
tehx tuh di campurin ape kang&#8230;..???!?!? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: prayogo</title>
		<link>http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-386</link>
		<dc:creator>prayogo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 03:37:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kangarul.wordpress.com/2009/03/08/ritual-sebelum-menulis/#comment-386</guid>
		<description>Wouw...rupanya menarik juga ya...untuk kasih comment tentang kebiasaan Kang Arul sebelum menulis! menulis bagi orang awam bisa menjadi sesuatu yang sangat membosankan seperti juga saya, awalnya dulu saya sangat benci menulis. Apalagi menulis naskah atau menulis yang sudah melebihi batas kemampuan daya nalar, daya pikir dan menulis yang harus runut sesuai dengan pakemnya. Menurut saya pribadi, saat belajar menulis tentunya tidak hanya sekali atau dua kali. Tetapi puluhan kali mencoba dan mencoba lagi, apalagi tulisan tsb akan dikirim ke sebuah redaksi, maka siap-siap untuk ditolak aja. kalo kebiasaan saya sebelum menulis biasanya memang harus ada air, and snack ringan untuk menghindari kita harus mondar-mandir lebih baik kita siapkan semuanya terlebih dahulu agar semua ide dan gagasan mengalir...kaya sungai ajah&quot; oke... kalo memang menulis harus ada ritual terlebih dahulu...saya juga setuju, artinya ritual tersebut bertujuan untuk menggali imajinasi yang terkadang mampet...terhalang sampah kali!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wouw&#8230;rupanya menarik juga ya&#8230;untuk kasih comment tentang kebiasaan Kang Arul sebelum menulis! menulis bagi orang awam bisa menjadi sesuatu yang sangat membosankan seperti juga saya, awalnya dulu saya sangat benci menulis. Apalagi menulis naskah atau menulis yang sudah melebihi batas kemampuan daya nalar, daya pikir dan menulis yang harus runut sesuai dengan pakemnya. Menurut saya pribadi, saat belajar menulis tentunya tidak hanya sekali atau dua kali. Tetapi puluhan kali mencoba dan mencoba lagi, apalagi tulisan tsb akan dikirim ke sebuah redaksi, maka siap-siap untuk ditolak aja. kalo kebiasaan saya sebelum menulis biasanya memang harus ada air, and snack ringan untuk menghindari kita harus mondar-mandir lebih baik kita siapkan semuanya terlebih dahulu agar semua ide dan gagasan mengalir&#8230;kaya sungai ajah&#8221; oke&#8230; kalo memang menulis harus ada ritual terlebih dahulu&#8230;saya juga setuju, artinya ritual tersebut bertujuan untuk menggali imajinasi yang terkadang mampet&#8230;terhalang sampah kali!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
