RSS

Menulis: Ada Usaha dan Pengorbanan Waktu

11 Jul

“Setiap malem ampe pagi?”
“Iya?”
“Setiap malem?”
“Lho kok diulang lagi?”
“Setiap malem?”
Saya cuma tersenyum…
“Luar biasa.”
“He.. bukan luar biasa.”
“Habis apalagi? Kan kalo tiap malem ampe pagi nulis dan rutin itu kan namanya luar biasa. Saya aja sering bingung kapan waktu mau nulisnya.”
“Itu namanya kebiasaan.”
“Kebiasaan?”
“Iya lah. Kalo emang mau menjalani profesi menulis, ya harus membiasakan diri punya jam kerja.”
“Jam kerja?”
“Istilahnya samalah kayak pegawai kantoran, masuk pagi pulang sore. Setiap hari dan rutin.”
“Emang harus begitu ya?”
“Gak juga. Tapi itu hanyalah pilihan; mau sekadar menulis atau emang mau jadi penulis. Being or to be?”
“Keliatannya saya mau nulis malah bingung.”
“Bingung?”
“Iya. Kerja, ngurusin rumah, ada inilah…itulah… rasanya nggak ada waktu.”
“Hehhe.. ya santai aja lagi.”
“Tapi saya ingin banget nulis dan menerbitkan buku.”
“Ya berarti harus sepadan dong, usaha ama pengorbanan.”
“Duh… berat ya… saya sibuk terus.”
Sampai di sini saya cuma bisa tersenyum saja…

 
1 Comment

Posted by on July 11, 2009 in Catatan

 

One response to “Menulis: Ada Usaha dan Pengorbanan Waktu

  1. As-Satrah

    May 17, 2011 at 3:25 pm

    Bismillah,,

    Numpang baca,,,

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: