RSS

Sepuluh Pedoman Pemakaian Bahasa dari PWI

31 Jul

Setiap organisasi profesi, termasuk profesi kewartawanan, terikat kewajiban untuk senantiasa memberikan pembekalan, pelatihan, dan pencerahan kepada para anggotanya secara periodik. Jika tidak, maka organisasi itu tidak layak dan tidak boleti menyebut dirinya organisasi profesi. Suatu profesi memerlukan persyaratan tertentu. Dengan persyaratan tertentu itulah keahlian atau profesionalitas dapat diciptakan, dipertahankan, dan bahkan terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika masyarakat dan bangsa.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sebagai salah satu organisasl profesi tertua dan terbesar di Indonesia, tak terkecuali terikat pula dengan kewajiban serta ketentuan tersebut. Itulah sebabnya, dalam kurun waktu 1977-1979, PWl bekerjas sama dengan beberapa lembagadi dalam dan luar  negeri, menyelanggarakan pelatihan wartawan.
Persatuan Wartawan Indonesia (PUNT) pada 10 November 1978 di Jakarta mengeluarkan sepuluh pedoman pemakaian bahasa dalam pers. Kesepuluh pedoman ini berbicara tentang pemakaian ejaan, singkatan dan akronim, imbuhan, pemakaian kalimat pendek, ungkapan klise, kaki mubazir, kata asing dan istilah teknis, dan tiga aspek bahasa jurnalistik.

Berikut kutipan lengkap kesepuluh pedoman pemakaian bahasa dalam per situ:
a. Wartawan hendaknya secara konsekuen melaksanakan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Hal ini juga harus diperhatikan oleh para korektor karena kesalahan paling menonjol dalam surat kabar sekarang ini ialah kesalahan ejaan.
b.  Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan atau akronim. Kalaupun ia harus menulis akronim, maka satu kali ia harus menjelaskan dalam tanda kurung kepanjangan akronim tersebut supaya tulisannya dapat dipahami oleh khalayak ramai.
c.  Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal atau prefiks.
     Pemenggalan kata awalan me dapat dilakukan dalam kepala berita mengingat
     keterbatasan ruangan. Akan tetapi pemenggalan jangan sampai dipukulratakan sehingga
      merembet  pula ke dalam tubuh berita.
d. Wartawan hendaknya menulis dengan kalimat-kalimat pendek. Pengutaraan pikirannya
     harus logis, teratur, lengkap dengan kata pokok, sebutan, dan kata tujuan (subjek,     
     predikat, objek). Menulis dengan induk kalimat dan anak kalimat yang mengandung
     banyak kata mudah membuat kalimat tidak dapat dipahami, lagi pula prinsip yang harus
     dipegang ialah “satu gagasan atau satu ide dalam satu kalimat”.
e. Wartawan hendaknya menjauhkan diri dari ungkapan klise atau ste¬reotype yang sering
     dipakai dalam transisi berita seperti kata-kata sementara itu, dapat ditambahkan, perlu
     diketahui, dalam rangka. Dengan demikian dia menghilangkan monotoni (keadaan atau
     bunyi yang selalu sama saja), dan sekaligus dia menerapkan ekonomi kata atau
     penghematan dalam bahasa.
f.  Wartawan hendaknya menghilangkan kata mubazir seperti adalah (kata kerja kopula),
     telah (penunjuk masa lampau), untuk (sebagai terjemahan to dalam bahasa Inggris), dari
     (sebagai terjemahan of dalam hubungan milik), bahwa (sebagai kata sambung) dan bentuk
      jamak yang tidak perlu diulang..
g. Wartawan hendaknya mendisiplinkan pikirannya supaya jangan campur aduk dalam
     satu kalimat bentuk pasif (di) dengan bentuk aktif (me).
h. Wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing dan istilah-istilah yang terlalu teknis ilmiah dalam berita. Kalaupun terpaksa menggunakannya, maka satu kali harus dijelaskan pengertian dan maksudnya.
i.    Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tatabahasa.
j.  Wartawan hendaknya ingat bahasa jurnalistik ialah bahasa yang komunikatif dan spesifik
      sifatnya, dan karangan yang baik dinilai dari tiga aspek yaitu isi, bahasa, dan teknik
     persembahan.

 
Leave a comment

Posted by on July 31, 2009 in Komunikasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: